Cari Blog Ini

Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts

Tuesday, April 3, 2018

Faktor Pendukung Pariwisata

Dewasa ini diharapkan sektor pariwisata dapat berrkembang dengan baik dan optimal sudah tentu perlu didukung oleh berbagai faktor atau komponen yang secara langsung maupun tidak berkaitan dengan aktiviatas kepariwisataan. Misalnya, kondisi objek wisata, fasilitas--fasilitas sosial  di objek wisata, kemudahan transportasi untuk pencapaian ke objek wisata, keamanan dan ketertiban di objek wisata, dan kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan sektor pariwisata.

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya. Di samping itu, Indonesia juga memiliki daerah dan alam yang sangat menarik untuk menjadi objek wisata. Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pariwisata yang dinikmati oleh masyarakat lokal maupun internasional. Karena banyak faktor yang mendukung terciptanya pariwisata di Indonesia.

Faktor-faktor pendukung pariwisata di Indonesia sebagai berikut:
  1. Memiliki banyak objek pariwisata di berbagai daearah.
  2. Memiliki alam yang sangat indah.
  3. Memiliki berbagai penginggalan sejarah pada masa lalu.
  4. Memiliki berbagai budaya yang unik.
  5. Rakyat yang ramah tamah.

Objek wisata yang baik adalah berbagai objek wisata yang menarik dan memiliki, serta didukung oleh fasilitas-fasilitas sosial yang dibutuhkan pada objek wisata antara alin:
  1. Penginapan yang memadai serta terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat dengan latar sosial ekonomi yang berbeda.
  2. Fasilitas olah raga dan sarana ibadah yang layak.
  3. Fasilitas pemandu wisata, yang senantiasa siap untuk mengantar dan memberikan penjelasan kepada para wisatawan.
  4. Keamanan dan kenyamanan para wisatawan senantiasa terjaga.
  5. Terdapat areal penjualan (souvenir), baik berupa barang-barang maupun makana khas yang dapat dibeli untuk oleh-oleh wisatawan.
  6. Keramahan penduduk yang tinggal di sekitar objek wisata.

Prasarana transportasi darat terdiri atas jalur kereta api, dan jalan raya. Berdasarkan keterhubungannya jalur jalan raya dibedakan menjadi :
a. Jalan negara, yaitu jalan yang menghubungkan antar  ibukota provinsi.
b. Jalan provinsi, yaitu jalan yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupatan atau kota.
c. Jalan kabupaten atau kota, yaitu jalan yang menhubungkan ibukota kabupaten atau kota dengan ibukota kecamatan.
d. Jalan desa, yaitu jalan yang menghubungkan ibukota kecamatan dengan desa-desa disekitarnya.


Sumber: Rahayu, Sudi. dan Soedarso, Sri Widodo. (2016), Bisnis Kreatif dan Inovatif di Era Globalisasi, Bandung: Penerbit Manggu Makmur Tanjung Lestari

Sunday, April 1, 2018

Kepariwisataan

Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan beberapa istilah yang berhubungan dengan kegiatan pariwisata antara lain :
  1. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata.
  2. Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata. 
  3. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha – usaha yang terkait di bidang tersebut. 
  4. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. 
  5. Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata atau menyediakan atau mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut. 
  6. Objek dan daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata. 
  7. Kawasan pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu yang dibangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.
  • Wisata adalah perjalanan yang dilakukan seorang atau sekelompok orang lebih dari tiga hari dengan menggunakan kendaraan pribadi, umum, atau biro tertentu dengan tujuan untuk melihat-lihat berbagai tempat atau suatu kota baik di dalam negeri maupun di luar negeri
  • Pariwisata (turisme) merupakan suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.
  • Berdasarkan tempat asalnya, penertian wisatawan dibedakan menjadi dua,yaitu:
  1. Wisatawan domestik atau nusantara adalah wisatawan yang pindah sementara di dalam lingkungan wilayah negerinya sendiri dalam selama mengadalakn perjalanan. Sedangkan,
  2. Wisatawan internasional atau mancanegara adalah wisatawan yang datang dari luar negeri.
  • Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi non migas yang sangat berperan dalam peningkatan struktur ekonomi dan proses pembangunan negara. Hal ini sangat berkaitan dengan pendapatan atau devisa negara serta pendapatan penduduk disekitar objek wisata.
Sumber : 
  • Rahayu, Sudi. dan Soedarso, Sri Widodo. (2016), Bisnis Kreatif dan Inovatif di Era Globalisasi, Bandung: Penerbit Manggu Makmur Tanjung Lestari 
  • Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan

Saturday, April 29, 2017

Dampak Pariwisata Terhadap Perekonomian Indonesia

        
Sumber  : @karmilaa03 (instagram)
      Pariwisata menjadi suatu kegiatan yang cukup mendapat perhatian dari pemerintah karena dampaknya terhadap perekonomian nasional. Dengan kedatangan wisatawan ke suatu Daerah Tujuan Wisata, terutama wisatawan mancanegara, maka diharapkan akan mendatangkan devisa bagi DTW tersebut.

      Penerimaan devisa negara dari sektor minyak bumi dan gas akhir-akhir ini terus menurun, karena keterbatasan teknologi, komoditi migas secara ekonomis dianggap tidak akan efisien lagi sebagai penghasil devisa negara. Di sisi lain, ketahan daya saing ekspor non-migas juga tidak dapat diandalkan karena cara berproduksi masih didominasi oleh teknologi rendah. Sehingga, kualitas produk yang dihasilkan tidak mampu bersaing di pasar global. Investor asing tidak berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Hal itu disebabkan ketidakstabilan keamana dan terlalu banyak pungli (pungutan liar) untuk memulai suatu bisnis di Indonesia. Kenaikan upah buruk yang terus meningkat mengakibatkan harga produk tidak kuat bersaing di pasar internasional.

    Berdasarkan hal diatas,maka pemerintah harus mencari alternatif sektor ekonomi yang dianggap pas untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu sektor ekonomi yang dianggap cukup perspektif adalah sektor pariwisata. Sektor ini diyakini tidak hanya sekedar mampu menjadi sektor andalan dalam usaha meningkatkan perolehan devisa untuk pembangunan, tetapi juga mampu mengentasakan kemiskinan.



    Dilihat dari kecamata ekonomi makro, jelas pariwisata memberikan dampak positif, yaitu:
1.  Dapat menciptakan kesempatan berusaha. Dengan datangnya wisatawan, perlu pelayanan untuk menyediakan kebutuhan (need), keinginan (want), dan harapan (expection) wisatawan.
2.   Dapat meningkatkan kesempatan kerja. Dengan dibangunannya hotel atau restoran, akan diperlukan tenaga kerja/karyawan yang cukup banyak. 
3.   Dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mempercepat pemerataan pendapatan masyarakat. Sebagai akibat multiplier effect yang terjadi daripengeluaran wisatawan yang relatif cukup besar.
4.    Dapat meningkatkan penerimaan pajak pemerintah dan retribusi daerah. Setiap wisatawan belanja selalu dikenakan pajak sebesar 10% sesuai Peraturan pemerintah yang berlaku.
5.    Dapat meningkatkan pendapatan nasional atau gross domestic bruto (GDB).
6.    Dapat mendorong peningkatan investasi dari sektor industry pariwisata dan sektor ekonomi lainnya.
7.    Dapat memperkuat neraca pembayaran. Bila neraca pariwisata mengalami surplus, dengan sendirinya akan memperkuat neraca pembayaran.



Friday, April 21, 2017

Tujuan dan Manfaat Pariwisata Indonesia

Industri pariwisata mulai dikenal di Indonesia setelah dikeluarkan Instruksi Predisen RI No.9 tahun 1969. Dalam pasal 3 disebutkan,bahwa:

Usaha-usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan industri pariwisata dan merupakan bagian dari usaha pengembangan dan pembangunan serta kesejahtaraan masyarakat dan Negara.

Sesuai dengan instruksi Presiden tersebut dikatakan bahwa tujuan pengembangan pariwisata di Indonesia adalah:
1.   Meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan Negara pada umumnya, perluasan kesempatan serta lapangan kerja dan mendorong kegiatan-kegiatan industri sampingan lainnya.
2.      Memperkenalkan dan mendayagunakan keindhan alam dan kebudayaan Indonesia.
3.      Meningkatkan persaudaraan/persahabatan nasional dan internasional.

Dengan pernyataan tersebut, jelaslah bahwa usaha-usaha yang berhubungan dengan kepariwisataan merupakan usaha yang bersifat Comersial. Hal tersebut dapat dilihat dari betapa banyaknya jasa yang diperlukan oleh wisatawan jika melakukan perjalanan wisata semenjak ia berangkat dari rumahna hingga kembali ke rumahnay tersebut. Jasa yang diperoleh tidak hanya oleh satu perusahaan yang berbeda fungsi dalam proses pe,berian pelayanannya.
Sedangkan manfaat pariwisata, adalah:
1.      Menciptakan lapangan kerja.
2.   Menignkatkan penghasilan bagi masyarakat, baik dari pelayana jasa maupun dari penjualan barang cinderamata.
3.      Meningkatkan pendapatan negara.
4.      Mendorong pembangunan daerah.
5.      Menanamkan rasa cinta tanah air dan budaya bangsa.

Monday, April 17, 2017

Daya Tarik Wisata

Daya tarik wisatawan untuk melakukan wisata dipengaruhi oleh beberapa factor yang berkaitan dengan tujuan wisata, yaitu :
  1. Natural amenities, adalah benda-benda yang sudah tersedia dan sudah ada dalam. Contoh : iklim, bentuk tanah, pemandangan alam, flora dan fauna, dan lain-lain.
  2. Man made supply, adalah hasil karya manusia seperti benda-benda bersejarah,kebudayaan, dan religi.
  3. Way of life, adalah tata cara hidup tradisional, kebiasaan hidup, adat-istiadat seperti pembakaran mayat di Bali, upacara sekaten di Jogjakarta.
  4. Culture, adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat yang tinggal di daerah objek wisata.

Tourist Service adalah fasilitas yang digunakan dan aktivitas yang dilakukan dimana pengadaanya disediakan oleh perusahaan lain secara komersial. Untuk dapat menjadi suatu daerah tujuan wisata yang baik maka kita harus mangembangkan tiga hal, yaitu :
  1. Something to see, adalah segala sesuatu yang menarik untuk dilihat.
  2. Something to buy, adalah segala sesuatu yang meanarik atau mempunyai cir khas tersendiri untuk dibeli.
  3. Something to do, yaitu suatu aktivitas yang dapat dilakukan di tempat tersebut. 
Ketiga hal itu merupakan unsur-unsur yang kuat untuk suatu daerah tujuan wisata sedangkan untuk pengembangan suatu daerah tujuan wisata ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
  •  Harus mampu bersaing dengan objek wisata yan ada di daerah lain.
  • Memiliki sarana pendukung yang memiliki ciri khas tersendiri.
  • Harus tetap tidak berubah dan tidak berpindah-pindah kecuali dibidang bangunandan pengembangan.
  • Harus menarik. 
Berikut komponen-komponen penting sebagai aya tarik wisata, yaitu :
1.      Sarana dan prasarana wisata.
Komponen yang termasuk ke dalam sarana dan prasarana yaitu :
a.       Produk nyata (tangible product)
Prasarana wisata adalah semua fasilitas yang memungkinkan agar sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang serta dapat memberikan palayanan kepada wisatawan untuk dapat memenuhi kebutuhan selama dalam perjalanan. Misalnya jaringan jalan, sarana pelabuhan (udara,laut,darat), telekomunikasi, jaringan listrik, air bersih, rumah sakit dan lain sebagainya.
b.   Sarana produk kepariswisataan, yaitu semua bentuk peusahaan yang dapat memberikan pelayanan kepada wisatawan. Seperti: biro perjalanan wisata, agaen perjalanan, hotel/penginapan, rumah makan, transfortasi,dll.
2.      Septa pesona wisata.
Septa pesona adalah unsur yang penting dalam mengembangkan suatu objek wisata. Citra dan mutu pariwisata di suatu daerah atau objek wisata pada dasarnya ditentukan oleh keberhasilan dalam perwujudan sapta pesona daerah tersebut. Sapta pesona merupakan tujuh kondisi yang harus diwujudkan dan dibudayakan alam kehidupan masyarakat sehari-hari sebagai salah satu upaya untuk memperbesar daya tarik dan daya saing pariwisata Indonesia.
             
Unsur-unsur sapta pesona teersebut adalah:
  1.  Keamanan adalah suatu kondisi dimana wisatawan dapat merasa aman, yang artinya keselamatan jiwa dan fisik.
  2. Ketertiban adalah kondisi yang mencerminkan suasana yang teratur, rapi dan lancar serta menunjukkan disiplin yang tinggi dalam semua segi kehidupan massyarakat.
  3. Kebersihan adalah keadaan/kondisi lingkungan yang meanampilkan suasana bebas darikotoran, sampah, limbah, penyakit dan pencemaran.
  4. Kesejukan adalah suasana yang memberikan kesejukan, nyaman, tenteram, rapi dengan adanya penghijauan
  5. Keindahan adalah keadaan atau suasana yang menampilkan lingkungan yang menarik dan sedapdipandang mata.
  6. Keramah tamahan adalah suatu sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan keakraban, sopan, suka membantu, suka tersenyum dan menarik hati.
  7. Kenangan adalah kesan yang melekat dengan kuat pada ingatan dan perasaan sesorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperolehnya.
3.      Syarat suatu objek wisata dapat dikemabangkan.
Layaknya suatu objek wisata dapat dikembangkan, apabila memiliki syarat-syarat sebagai berikut ( dalam Syamsuridjal,1997:2) yaitu :
a.    Attraction adalah segala sesuatu yang menjadi ciri khas atau keunikan dan menjadi daya tarik wisatawan agar mau datang bekunjung ketempat wisata tersebut. Atraksi wisata terdiri dari 2, yaitu :
1.    Site Attraction, yaitu daya tarikyang dimiliki oleh objek wisata semenjak objek itu ada.
2.    Event attraction, yaitu daya tarik yan dimiliki oleh suatu objek wisata setelah dibuat manusia.
b.  Accessblity, yaitu kemudahan cara untuk mencapai tempat wisata tersebu.
c.   Amenity, yaitu fasilitas yang tersedia didaerah objek wisata seperti akomodasi dan restoran.
d.    Institution, yaitu lembaga atau organisasi yang mengolah objek wisata tersebut.

4.      Motif perjalanan wisata

Motif seseorang dalam melakukan suatu perjalanan wisata adalah untuk melepaskan diri dari rasa jenuh/bosan terhadap suatu kegiatan/rutinitas. Dan kegiatan ini meerupakan suatu cara alternatif yang dilakukan seseorang untuk melepaskandirinya darirasa jenuh tersebut dengan tujuan untuk bersenang-senang.